ABSTRAK dengan bahan pengajaran adalah metode pembelajaran.

ABSTRAK Penulisan ini dilatar belakangi oleh pembelajaran yang saat ini masih sangat kurang mampu membuat siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Karena pada dasarnya pembelajaran harus sebisa mungkin terwujud dalam suasana yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan peserta didik agar peserta didik dapat memahami pembelajaran yang bermakna dan benar-benar memahami apa yang dipelajari, dengan begitu sebagai seorang guru harus mampu membuat sebuah metode yang salah satunya yaitu metode Role Playing. masih banyak sekali yang terjadi tentang Pola pembelajaran yang biasanya masih sering diterapkan atau digunakan guru adalah pola pembelajaran teacher centered, dimana guru perperan memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa yang disertai dengan metode ceramah,tanya jawab, dan pemberian tugas. dari hal tersebut yang membuat pembelajaran kurang efektif. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode role playing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia. Metode yang digunakan yaitu  metode deskriptif.PENDAHULUAN Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar, kedua perilaku  tersebut terkait dengan bahan pembelajaran. Bahan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, nilai-nilai kesusilaan, seni, agama, sikap dan keterampilan, karaena kegiatan guru dan siswa dalam kaitannya dengan bahan pengajaran adalah metode pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar terdapat kesiapan siswa dengan segala potensinya yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, juga guru yang mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung pemberdayaan seluruh potensi yang dimiliki siswa, Potensi anak didik perlu ditingkatkan melalui arahan dan bimbingan yang diberikan oleh guru di sekolah. Pembelajaran di bangku persekolahan dibagi dalam beberapa jenjang yang dimulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Pendidikan dasar merupakan fondasi dalam membangun pendidikan berkualitas pada jenjang berikutnya. Metode pembelajaran memegang peranan penting dalam rangkaian sistem pembelajaran, untuk itu diperlukan kecerdasan dan kemahiran guru dalam memilih metode pembelajaran. Agar tujuan belajar baik secara kognitif, afektif maupun psikomotor dapat tercapai, maka metode pembelajaraan dapat diarahkan untuk mencapai sasaran tersebut, yaitu lebih banyak menekankan pembelajaran proses (Sumiati dan Asra, 2009: 91). Metode pembelajaran menekankan pada proses belajar siswa secara aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar. Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting, karena pendidikan itu akan sangat berpengaruh terhadap pekembangan hidup manusia. Sekolah sebagai tempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidika maka dari itu Guru harus dapat menanamkan kemampuan berfikir kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan susana bermain dan menyenangkan, sehingga siswa merasa bahwa pelajaran Bahasa Indonesia itu tidak sulit. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni dengan menggunakan metode role playing dalam kegiatan belajar megajar. Menurut Miftahul Huda (2013: 115) Role Playing merupakan sebuah model pembelajaran yang berasal dari dimensi pendidikan individu maupun sosial. Model ini membantu masing-masing siswa untuk menemukan makna pribadi dalam dunia sosial mereka dan membantu memecahkan dilema perbadi dengan bantuan kelompok. Dalam hal ini metode role playing diharapkan dapat menjadikan pembelajaran lebih menantang kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan potensi siswa. Metode role playing diarahkan pada pemecahan masalah dengan cara berpikir kritis lewat peran yang dimainkan yang menyangkut hubungan antar manusia, terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik. B. PEMBAHASAN 1) Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan materi pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa, pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memamerkannya sebagai tokoh hidup atau benda mati yang dikaitkan dengan materi pelajaran yang dibahasnya (Syaiful Bahri Djamarah dan Zain, 2008:28). Melalui aktivitas role playing siswa diajak untuk memahami materi pelajaran melalui kegiatan bermain peran, siswa juga bekerja sama dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama siswa dapat mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah. Banyak sekali yang terjadi saat ini seorang guru yang kurang menerapkan bagaimana metode pembelajaran yang cocok untuk siswa apalagi dalam materi Bahasa Indonesia dirasakan kurang adanya pengembangan metode atau model pembelajaran yang salah satu penyebabnya adalah karena siswa belum memahami konsep-konsep dasar Bahasa Indonesia mengingat selama ini pemberian materi hanya dilakukan melalui ceramah dan penugasan dan sesekali portfolio. Padahal pemahaman atas konsep dasar Bahasa Indonesia tidak cukup apabila hanya dilakukan melalui kedua metode tersebut. Main Sufanti (2010: 13-14) Menyatakan bahwa Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersatra yang meliputi aspek-aspek : (a) mendengar, (b) berbicara, (c) membaca, dan (d) menulis. Komponen kemapuan berbahasa adalah kemampuan yang menuntut siswa untuk berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia, dengan begitu Perlu adanya upaya tindak lanjut yang salah satunya berupa penerapan metode role playing, karena guru sendiri belum menciptakan suasana pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung pada siswa yakni dengan cara siswa mengalami atau memerankan suatu kejadian atau peristiwa, kerena Model role playing dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memotivasi siswa terhadap suatu mata pelajaran dan materi pelajaran, sehingga dengan demikian juga dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep-konsep yang sedang dibelajarkan kepada mereka. Apalagi untuk mempersiapkan pembelajaran dengan model ini mereka harus terlebih dahulu melakukan studi tentang karakter atau tokoh yang akan diperankan atau dibuat skenarionya. 2) Kelebihan Dan Kelemahan Role Playing Dalam pelaksanaan metode pembelajaran Role Playing memiliki kelebihan dan kelemahan yang harus diketahui oleh guru. Menurut Roestiyah (2008: 93), kelebihan metode Role Playing (bermain peran) adalah: siswa lebih tertarik perhatiannya pada saat pembelajaran, melatih siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran, memunculkan rasa tanggung jawab terhadap peran yang dilakoni, siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif, bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain. Sedangkan kelemahan penggunaan role playing yaitu: Model bermain peranan memerlukan waktu yang relatif panjang/banyak, Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun murid dan ini tidak semua guru memilikinya, Apabila pelaksanaan sosiodrama dan bermain peran mengalami kegagalan, bukan saja dapat memberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran tidak tercapai. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing adalah model pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran yang disajikan, sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai. 3) Kemampuan Berfikir Siswa Berpikir kritis tidaklah mudah seperti halnya menghafal karena berpikir kritis kita harus menggabungkan kata-kata yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. Fisher ( 2009: 4) mengatakan bahwa, “Berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang mesti dipercaya atau dilakukan”. Dalam berpikir kritis siswa dituntut menggunakan strategi kognitif tertentu yang tepat untuk menguji keandalan gagasan pemecahan masalah dan mengatasi kesalahan atau kekurangan. Menurut Paul (dalam Fisher, 2009: 4) “Berfikir kritis adalah model berpikir-mengenai hal, subtansi atau masalah apa saja di mana si pemikir meningkatkan kualitas pemikirannya dengan menangani secara terampil stuktur-struktur yang melekat dalam pemikiran dan menerapkan standar-standar intelektual padanya”. Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut, dapat diambil kesimpulan mengenai pengertian kemampuan berpikir kritis yaitu sebuah kemampuan yang dimiliki setiap orang untuk menganalisis ide atau gagasan ke arah yang lebih spesifik untuk mengejar pengetahuan yang relevan tentang dunia dengan melibatkan evaluasi bukti. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menganalisis suatu permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.